Ikuti Kata Hati atau Kata Orang?

Mau ikuti kata hati atau lebih memilih menyenangkan semua orang seringkali jadi dilema diri sendiri ketika dihadapkan pada sebuah pilihan: pendidikan, karir, sampai pasangan. Banyak orang pada akhirnya lebih memikirkan perasaan orang-orang di sekitarnya ketimbang melakoni apa yang sebenarnya dia inginkan.

“Dilema itu pasti, ya. Wajar kita bingung sama pilihan yang tersedia di depan kita. Tapi, karena mau nggak mau tetap harus memilih, saya biasanya lebih memberatkan apa yang jadi pilihan banyak orang. Saya mikirnya itu, kan, hasil pikiran banyak kepala, berbagai sudut pandang dan pemikiran. Kalau ikut kata hati belum tentu saya bisa tanggung jawab sama pilihan saya ini. Jangan-jangan cuma emosi atau terbawa suasana.” -Maya, accounting, 25 tahun-

“Apa yang saya pilih, ya, sesuai dengan keinginan saya. Selama ini keluarga selalu memberikan kebebasan. Asal konsisten dengan pilihan, pasti nggak akan ada masalah. Kalau setelah memilih ternyata muncul masalah-masalah baru, anggaplah sebagai tantangan untuk lebih maju. Saya nggak pernah menganggap pilihan saya itu salah selama saya konsekuen dan terus positive thinking. Kalau saran dari orang terdekat pasti ada, tapi lebih ke untung-ruginya. Sebatas itu. Ending-nya saya yang putuskan akan jadi seperti apa.” -Palma, sekretaris, 26 tahun-

Pilihan memang selalu jadi momok menakutkan, tapi paling sering kita temui. Dilema memilih meeting sampai larut malam atau keluarga, pergi ke acara klien atau makan malam bareng sahabat, sampai dilema mau habiskan weekend di rumah orangtua atau mertua. Hal sepele sampai hal besar yang tentukan masa depan kita, harus dilalui dengan memilih. Kita tak pernah tahu mana yang lebih baik, tapi setidaknya pilihan itu sudah melewati pertimbangan. Asal konsisten dengan pilihanmu dan siap menanggung apa pun risikonya, sepertinya tak akan jadi masalah yang berlarut-larut karena akan berlanjut lagi dengan aktivitas memilih yang baru. Jadi, siap hadapi pilihan lain lagi, kan, sebentar lagi? Hidup memang penuh pilihan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s